Rabu, 11 Januari 2023

[Book Review] : The Dog Walker – Stop Kepo Urusan Orang

 

 

Sinopsis

Sebagai dog walker, Nina leluasa masuk keluar apertemen kliennya, mengambil anjing mereka untuk diajak berjalan-jalan. Karena kemudahan akses inilah, Nina selalu kepo dengan kehidupan pribadi kliennya. Dia sering melihat barang-barang pribadi kliennya, bahkan tak jarang dia menggunakan fasilitas apartemen tanpa sepengetahuan klien. Tak jarang Nina menemukan banyak rahasia mereka, termasuk saat berada di apartemen Daniel.

Nina jatuh cinta pada lelaki itu. Meski Nina mendapat banyak rahasia tentangnya, tapi satu hal yang Nina tidak tahu. Lelaki yang sering bertemu dengannya bukanlah Daniel, tapi Billy kembarannya. Daniel sedang melakukan perjalanan keluar negri hingga berberapa lama. Selama itu pula Billy tinggal di apartemen Daniel.

Semakin hari Nina - Billy semakin dekat. Hingga suatu hari Nina berani mengungkapkan perasaannya. Sialnya, Nina mengungkapkannya pada Daniel yang sudah pulang dari perjalanannya dan meminta Billy kembali ke apartemennya sendiri. Daniel yang tidak mengetahui hubungan Nina – Billy dan menganggap perempuan itu suka padanya, kemudian memanfaatkannya hingga membuat Nina hancur. Meski akhirnya Nina tahu kebenarannya, sulit bagi Nina memperbaiki lagi hubungannya dengan Billy.

 

Baca juga >>> [Book Review] : Perfect Fling

 

Review

Ini kisah cinta yang melibatkan orang-orang yang sulit mengungkapkan perasaannya. Nina digambarkan sebagai perempuan muda yang ramah, mudah bergaul, bersemangat, dan energik. Dia berasal dari latar belakang keluarga yang kurang harmonis, terutama hubungannya dengan ibunya. Terutama saat Nina memutuskan meninggalkan pekerjaannya sebagai editor dan memilih menjadi dog walker. Ibunya yang seorang penulis sangat menentang keputusannya.

Ini berkebalikan dengan Billy. Lelaki itu lebih mendiam, pintar, tertutup, kaku dalam pergaulan, dan tidak mudah mengungkapkan perasaan. Dia memiliki kembaran bernama Daniel yang mudah bergaul dan lebih popular darinya. Daniel kurang pintar. Saat sekolah, Daniel sering meminta Billy mengerjakan tugasnya yang membuat nilainya bagus. Ini membuat Daniel semakin popular dan membuat Billy tidak senang. Apalagi Daniel sering memanfaatkan kepopulerannya, terutama pada pada perempuan termasuk menikung pacar Billy. Sering Billy berpikir untuk membalas Daniel. Beberapa kali dia menjadi kembarannya, termasuk saat bertemu dengan Nina. Lah, nyebelin ya punya kembaran kek gini.

Saat bertemu dengan Billy (yang menyamar sebagai Daniel), Nina merasa lelaki itu berbeda dari biasanya. Billy lebih pendiam, misterius, meski kaku tapi dia baik dan perhatian pada Nina. Yang lebih mengejutkan lagi, dia tahu banyak informasi tentang Nina sampai-sampai perempuan itu beranggapan, Billy memata-matainya.

Ternyata semua ini terjadi berhubungan dengan pekerjaan Billy sebagai pegawai pemerintah yang mengusut tentang pajak. Huahoho … Nina yang suka kepo dengan kehidupan pribadi kliennya, ternyata kalah kepo dengan Billy yang sering bertanya tentang pekerjaan Nina dan diam-diam menghitung penghasilan perbulannya. Termasuk memantau beberapa klien Nina yang kebetulan banyak dari kalangan kaya dan bermasalah dengan pajak. Berasa dapat kejutan nggak sih kalau tiba-tiba punya teman seperti ini.

Saat mereka mulai dekat, Nina melihat keunikan dalam diri Billy. Lelaki itu mahir memainkan alat musik Trombon. Waktu kencan pertama, Billy tidak membawa Nina ke tempat mewah tapi mereka pergi ke tepi dermaga. Billy memainkan Trombonnya untuk Nina dan perempuan itu bernyanyi mengiringinya. Di sinilah hubungan keduanya mulai mencair. Billy menyukai Nina tapi bingung cara mengatakannya apalagi tentang kebohongannya sebagai Daniel. Sedang Nina masih ragu dengan perubahan sikap Daniel (yang ternyata adalah Billy).

Akhirnya, Nina memberanikan diri mengutarakan perasaanya pada Billy (yang dianggapnya Daniel). Namun Nina tidak tahu, saat itu Daniel sudah kembali dan mengusir Billy dari apartemennya.

Dari kisah yang ditulis dengan POV orang ketiga tunggal ini, aku baru tahu tentang pekerjaan sebagai dog walker. Penulis menjelaskan dengan baik tentang pekerjaan ini yang menurutku unik. Mereka akan mengajak berjalan-jalan dan bermain anjing-anjing milik klien.

Pantesan Nina betah, ya. Rasanya bukan seperti sedang bekerja, lebih ke plesiran gitu. Jalan-jalan ke taman kota bersama anjing-anjing dan mengajak mereka bermain. Pantas juga kalau pekerjaan ini mulai jadi primadona dan mulai banyak yang melakoninya. Persaingan antar dog walker semakin ketat sampai-sampai Nina harus meningkatkan pelayanannya ke klien dan anjingnya agar tidak beralih ke dog walker yang lain.

Karena rata-rata kleinnya adalah orang sibuk, Nina diberi amanah kunci rumah dan apartemennya. Dia bisa leluasa masuk dan keluar untuk mengambil dan mengembalikan anjing-anjing tersebut. Ini yang menjadi catatan pekerjaan dog walker.

Di kisah ini diceritakan tidak sedikit dog walker yang memanfaatkan kepercayaan kliennya. Beberapa kejadian, mereka menggeledah dan mencuri barang berharga klien. Ini juga yang dilakukan Nina meski tidak sampai melakukan tindakan kriminal. Dia hanya kepo dengan urusan dan barang pribadi mereka aja, tidak sampai mengambilnya.

Kisah ini ditulis dengan POV orang ketiga tunggal. Aku suka konflik yang disajikan. Mulai dari kompetisi antar saudara kembar, persaingan antar sesama dog walker, hingga konflik keluarga. Di kisah dengan alur maju ini, konflik keluarga bukan hanya terjadi pada Nina-ibunya, Daniel-Billy, tapi juga Bono-ibunya.

Bono adalah anak salah satu klien Nina. Dia suka bermain dengan anjingnya sepulang sekolah. Bono selalu kesepian karena ibunya sering pergi keluar kota. Tidak jarang Nina mengajak Bono berjalan-jalan bersama anjingnya, lalu mereka berteman akrab. Bono sering terlihat sedih dan murung. Dia rindu dengan ibunya tapi tidak berani mengatakannya karena ibunya galak.

Suatu hari Nina berkonflik dengan ibu Bono. Nina marah karena perlakuan ibu Bono pada anaknya dan mengabaikannya. Nina juga mengatakan betapa Bono kesepian dan merindukan ibunya. Dari sinilah ibu Bono baru mengetahui perasaan anaknya yang sebenarnya yang membuatnya merubah sikapnya. Dia menjadi lebih sabar dan perhatian pada Bono, bahkan membiarkan Bono ikut dengannya keluar kota. Syukurlah Nina membantu Bono speak up hingga hubungan Bono – ibunya menjadi lebih baik.

Di kisah ini ada beberapa kutipan dialog yang kusuka …

“Yang kubutuhkan adalah pendorong semangat, bukan depresan.”

[Hal : 324]

“Memilih laki-laki itu sangat mirip membeli sofa.”

[Hal : 326]

“Kadang-kadang, benda paling berharga adalah benda yang tidak dihargai orang lain.”

[Hal : 327]

“Jangan cepat-cepat mengambil keputusan, my dear. Tarik napas.”

[Hal : 328]


Baca juga >>> [Book Review] : Tanya Tania


Selain kutipan dialog di atas, aku juga mendapat beberapa pelajaran dari kisah ini.

Pentingnya komunikasi. Sebagian orang punya kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dalam artian, mereka lebih tertutup dan sulit mengungkapkan perasaan. Namun tidak ada salahnya belajar berkomunikasi. Orang lain tidak bisa terus berprasangka dan menebak-nebak. Apalagi kalau ujung-ujungnya malah salah kaprah dan memperburuk keadaan. Dan bagi diri sendiri, ini bisa membantu mengungkapkan perasaan dan keinginan.

Misalnya pada kasus Bono dan ibunya. Selama ini Bono hanya diam dan tidak berani mengatakan kalau dia merindukan menghabiskan waktu bersama ibunya. Andai saja Nina tidak mengatakan apa yang dirasakan Bono pada ibunya, sampai kapan pun ibu Bono tidak akan tahu apa yang tengah dirasakan anaknya. Bisa jadi selamanya pula Bono akan kesepian.

Perlunya membuat pilihan dalam hidup. Hidup adalah pilihan–pilihan. Nina memilih menjadi dog walker dan meninggalkan pekerjaannya sebagai editor. Sedangkan Billy memilih keluar dari pekerjaannya lalu membuka sekolah musiknya sendiri dan mengajar Trombon. Mereka berdua membuat keputusan berani dalam hidup mengikuti kata hati. Awalnya mungkin tidak mudah melepaskan sesuatu yang membuat nyaman dan sudah dilakukan bertahun-tahun, belum lagi cibiran orang lain yang kadang menganggap orang tersebut bodoh karena meninggalkan sesuatu yang sudah nyaman dan mapan. Namun hidup adalah pilihan, bukan.

Lakukan pekerjaan sepenuh hati. Nina sangat menikmati pekerjaannya sebagai dog walker meski dia harus berurusan dengan klien yang banyak maunya dan juga anjing-anjing yang terkadang susah diatur. Seiring berjalannya waktu, Nina bisa menikmati pekerjaannya dan melakukannya dengan baik. Bahkan kemudian dia mampu menilai sifat berbagai jenis anjing. Dari kemampuan barunya inilah dia sering menerima konsultasi beberapa pihak yang ingin mengdopsi anjing. Nina menjodohkan kepribadian seseorang dengan jenis anjing yang akan diadopsi.

Kadang kompromi itu perlu. Billy sudah membohongi Nina dan itu membuat Nina kecewa. Namun akhirnya Nina memaafkan Billy setelah dia meminta maaf, lalu memberikannya kesempatan kedua. Pun demikian dengan ibu Nina yang melihat putrinya lebih bahagia dengan pekerjaannya sekarang. Ibu Nina akhirnya menyerah dan membiarkan anaknya menjalani hidupnya sesuai dengan pilihannya.

Jangan terlalu kepo dengan urusan orang, terutama kalau kamu overthinking. Nina kepo dengan urusan dan barang pribadi kliennya. Dia menemukan banyak rahasia kliennya yang terkadang diluar dugaan. Namun karena itu juga, dia yang overthinking jadi suka berpikiran macam-macam dan berprasangka buruk.

Tokoh yang kusuka di kisah ini adalah Billy. Dibalik sikap pendiam dan tertutupnya, Billy sosok yang cerdas, sopan, dan memiliki kemampuan negosiasi yang baik. Sebagai agen pemerintah, Billy dinilai berbeda dari agen agen lainnya. Dia membuat beberapa kesepakatan yang menawarkan win win solution dengan para targetnya. Orang-orang yang menjadi target Billy lebih menghormati Billy dan mau mendengarkan saran-sarannya.

Di akhir cerita, setelah menyelesakan misinya, Billy akhirnya mengundurkan diri dan lebih memilih mengikuti kata hatinya. Seperti halnya Nina yang memilih menjadi dog walker dari pada editor, Billy pun memilih mengajar Trombon di sekolah musiknya sendiri dari pada menjadi pekerja kantoran. Billy kini lebih bisa mengekpresikan diri dari pada sebelumnya.


Baca juga >>> [Book Review] : 5 Reasons and More

 

Data Buku

Judul      :   The Dog Walker

Penulis   :   Leslie Schnur

Penerbit :   Gramedia Pustaka Utama

Tebal      :   372 halaman

Tahun    :   2011.

 

Skor

🌠 4/5

 

~ Hana Aina ~

 

Baca juga, ya ...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berbagi komentar ^^