Selasa, 01 September 2015

JEJAK SANG HITAM


         Bel pulang berdering. Ku masukkan semua buku dan peralatan tulis ke dalam tas. Aku pulang lewat gerbang belakang. Kulihat Aldi bersama beberapa temannya sibuk bergerombol. Entah apa yang sedang mereka lakukan. Aku terus berjalan melewati mereka, menuju ke halte bus yang ada di jalan Slamet Riyadi. Sebuah bus berhenti, aku masuk ke dalamnya.

Minggu, 30 Agustus 2015

THE DARK HOLE (PART 2)

Sebelumnya ... The Dark Hole Part 1
http://pelangihana.blogspot.com/2015/08/the-dark-hole-part-1.html

Ai menggeser tas ransel berisi peralatan kemah dan beberapa keperluan lainnya. Entah mengapa perasannya mengatakan akan ada petualangan besar menantinya. Setelah merasa tas itu nyaman di punggungnya, Ai membonceng di belakang sepeda yang dikemudikan Io. Suasana di luar masih sama. Sepi dan abu-abu.

Selasa, 25 Agustus 2015

GADIS : Memori Rindu

Telah tertulis
ribuan kata di atas putih kertas tanpa noda
kecuali aksara yang menggenang di antara tinta
menghitamkan lembar dengan kisah kisah

Sabtu, 15 Agustus 2015

JANJI TERAKHIR

Tera memandang jam dinding yang ada di kamarnya. Hampir pukul dua belas. Beberapa detik lagi ia akan meninggalkan usianya enam belas tahun. Ya, malam ini adalah ulang tahun Tera. Namun yang ia dapatkan adalah kedukaan.

Senin, 10 Agustus 2015

THE DARK HOLE (PART 1)


Bulan masih bulat penuh saat Ai menutup jendela kamarnya. Bulan itu tak lagi berwarna kuning, begitu pula semua yang ada di sekitarnya. Semua tinggal abu-abu dengan intensitas berbeda-beda. Semenjak dark hole terbuka, semua warna di dunia ini leyap, terserap olehnya.

Kamis, 30 Juli 2015

GADIS : Manis Perpisahan

Mengapa masih ada mendung yang kau sisakan di ujung mata
hingga tak mampu kelopak menahan derasnya bulir dalam rauman
bukankah, hari itu
di antara senyuman termanis bidadari bersenandung kidung
kau temukan aku melantunkan syair, tentang mu
selalu tentang mu, dan akan tetap begitu
karna tak mampu ku mengubah baitnya menjadi duka
meski itu pun adanya, dilema

Sabtu, 25 Juli 2015

SEPENGGAL KISAH DI RUMAH TUA


“Semua ini bukan salahku!” seru Nada, terbelalak melihat pemandangan di depannya. Tera, ibu tirinya terbujur kaku, bersimbah darah dengan luka cabikan kuku selayaknya binatang buas. Ada juga Mara, kakak tirinya, yang juga diam tak bergerak dengan mata terpejam. Gigitan taring juga meninggalkan luka menganga di beberapa bagian tubuhnya.

Senin, 20 Juli 2015

BUKAN KAU ATAUPUN DIA


Kedua pasang mata itu beradu, penuh arti.
"Kebahagiaanku adalah aku berada disisimu saat kau membutuhkanku. Mengusap air matamu saat kau tersedu. Mengangkat beban di pundakmu dan membaginya bersamaku. Hingga kutemukan kembali senyuman manis di bibirmu." Leo mengambil jeda. "Itulah kebahagiaan sejatiku."
Ashy menatap penuh cinta lelaki di depannya. Ingin ia tersenyum, tapi tak mampu. Bibirnya bergetar. Air matanya tumpah. Lalu ia pun tertunduk.

Minggu, 05 Juli 2015

TENTANG OKTOBER

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGRn-JyCCwPI6RaxkSjv46R_KXjVTDLIWzYv2h_7L_jIh27UOyhnuLJzw37sCP_UEtiiwL54k7KR3LxqXJbUNYWUPsQi-OtKUi8VuIdeqLHapQYs9x6BQHkwVkPCbugRrljl6eipogR2U/s1600/cover+c-magz14.jpg
Masih tentang Oktober
membawaku padamu ... and I remember

Ada basah dari germis yang kian manis
aku, kamu dan kisah kita
terikur dalam lamunan embun kaca jendela
senyum manja dan kerlingan mata
menjelma rasa, berbingkai cinta

Rabu, 01 Juli 2015

BIARKAN WAKTU KAN MENJAWAB


Jikalau...
senja sore ini tak lagi jingga, mungkin waktuku tak lama

Maukah kau dengar, sayang
kisah bidadari melukis pelangi dengan air mata
pada setiap warnanya mewakili rasa
: cinta, sayang, kecewa
dan setiap hembusan nafas menasbihkan nama