Jumat, 06 Mei 2016

SEPENGGAL KENANGAN BERSAMA QUANTUM



Suka membaca? 

Ternyata tidak semua orang memiliki kegemaran ini. Ada sebagian orang yang masih beranggapan membaca hanya dilakoni oleh orang-orang yang nggak punya kerjaan, atau yang punya lebih banyak waktu luang. Ada juga yang masih beranggapan kalau membaca hanya buang-buang waktu saja dan tidak menghasilkan. Dalam hal ini tentu saja penghasilkan yang dimaksud adalah materi. Tapi, bukankah tidak semua hal dapat diukur dengan materi?
Bagi saya, membaca bukan membuang waktu, tapi justru memanfaatkan waktu. Setiap hari, saya usahakan untuk membaca. Saya menyisihkan waktu kurang lebih satu jam secara rutin untuk membaca. Jika ada waktu luang, saya juga memanfaatkannya dengan membaca. Tidak harus membaca topik bahasan yang berat. Sekedar novel atau cerpen, majalah atau pun komik, juga bisa. Tinggal disesuaikan saja. Kalau memang sedang banyak waktu luang, biasanya saya akan membaca buku non fiksi dengan tema yang serius. Tapi kalau jadwal kegiatan sedang padat, saya biasa membaca majalah atau cerpen yang notaben-nya bukan tulisan panjang. Hanya satu atau dua halaman dapat langsung selesai dibaca.


Kenangan Itu Bernama Quantum
Akhir April kemarin, saya dikejutkan oleh kabar dari seorang teman perihal sebuah rental buku yang biasa kami singgahi. Saya dan teman yang kebetulan sama-sama penulis memang memiliki hobi yang sama, yaitu membaca. Untuk memenuhi dahaga kami akan akan sumber bacaan, kami pun menjadi member salah satu rental buku di Solo bernama Quantum.
Memiliki kegemaran membaca membuat saya selalu memutar otak, buku apalagi yang akan saya baca. Kalau selalu membeli buku, tentu akan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Maka kehadiran rental buku Quantum dapat menjadi alternatif bagi saya untuk tetap dapat menyalurkan hobi membaca.
Hari gini masih ada rental buku? Ya, masih ada. Rental buku Quantum bahkan sudah berdiri lama. Bahkan sejak masih kuliah, saya sudah menjadi member dari rental ini. Selama berdiri, Quantum pernah sekali berpindah tempat. Dan selama itu pula, saya pernah sekali menghilangkan kartu member saya, hehe ... ^^ Alhasil, saya harus mengganti kartu member saya.
Ada banyak corak kartu member Quantum yang bisa dimiliki. Dulu Kartu member Quantum saya berwarna hijau. Warna yang segar, seperti daun. Ditambah gambar gelombang riak air, seperti yang terjadi saat seseorang  melempar batu ke dalam air. Sekarang, kartu member saya berwarna ungu dengan gambar bunga sakura di atasnya. Hihi ... girly banget, ya. J J
Seperti kebanyakan rental buku, Quantum banyak menghadirkan banyak jenis bacaan. Ada komik, majalah, tabloit, novel, buku non fiksi, dll. Ini yang saya suka. Saya sering datang ke Quantum saat pikiran saya sedang penat. Melihat banyak buku berderet di atas rak yang berjajar, membuat hati saya bergembira. Entahlah, menyenangkan rasanya berada di antara buku-buku.
Sekali meminjam, biasanya saya ambil 3 buku sekaligus. Dengan demikian saya akan mendapatkan bonus meminjam 1 buku lagi. Dengan kata lain, saya saya bisa meminjam 4 buku dengan membayar buku. Lumayan, kan. :D :D Tapiii ... ya itu. Terkadang saya tidak dapat mengembalikan buku-buku tersebut tepat waktu. Entah karena saya lupa tanggal pengembalian atau juga saya tidak sempat. Alhasil, saya terkena denda karena keterlambatan saya mengembalikan buku. Hehe ... Jangan ditiru, ya (^^,,)
Namun, apapun itu ... Semua adalah masa lalu yang akan tetap menjadi kenangan indah selama saya mengenal Quantum. Aih, labay ya saya nya, haha ... Biarin. Memang begituah adanya. Saya sangat menyayangkan jika rental buku langganan saya ini tutup untuk selamanya. Nggak ada lagi majalah Elle maupun Femina, nggak akan ada lagi novel Agatha Christi ataupun Mira W, nggak ada lagi komik Princess ataupun Donald Duck. Huaaa ... Saya sangat kehilangan :( :(


Saat Donald Berpindah Tangan
Salah satu buku yang sering saya pinjam adalah komik Donal Duck. Kayak anak kecil, ya? Haha ... Ya begitulah. Sebenarnya ini bukan komik baru. Donald sudah ada sejak saya kecil. Yang menjadikan komik ini berkesan adalah petualangannya. Saya senang dengan segala macam petualangan yang diceritakan di komik ini.
Dimulai dengan petualangan Donald Duck sendiri yang lebih sering menjadi pesakitan baik saat bersama ketiga keponakannya ataupun bersama Paman Gober. Belum lagi jika bersama kekasihnya Desi, dia harus bersaing dengan Utung sepupunya. Dan celakanya Donald selalu di pihak yang kalah. Yeah, namanya juga Untung, dia selalu diceritakan pada posisi yang selalu beruntung dibandingkan Donald.
Cerita berikutnya adalah petualangan ketiga keponakan Donald, Kwik Kwek dan Kwak, yang menjadi pramuka teladan. Mereka diceritakan sebagai anak-anak yang cerdas karea selalu dapat memecahkan berbagai teka teki dan masalah yang datang. Yang saya suka dari ketiga keponakan Donald ini adalah petualangan mereka dengan barang-baranga antik yang terkadang bisa membawa mereka ke masa lalu maupun masa depan. Belum lagi petualangan mereka di hutan dengan berbagai cerita seru.
Yang paling menggemaskan adalah cerita Paman Gober untuk mempertahankan gudang uangnya dari banyak penjahat, mulai dari Gerombolan Si Berat sampai Penyihir Mimi. Sifat pelit dan perhitungan dari Gober ini yang bikin gemes. Untung Gober hanya di dunia komik, kalau ada di dunia nyata pasti banyak yang akan nyinyirin dia, hahaha ... Jangan ditiru, ya :D :D
Ada puluhan seri komik Donald yang sudah saya baca. Dan saat penutupan rental Quantum, komik-komik ini adalah salah satu dari banyak buku yang dilelang. Anda penasaran tidak berapa harga lelang komil ini per bukunya? Saya bisikin, ya. Hanya 2ribu rupiah (^^,,) Sebenarnya saya termasuk telat saat mendengar Quantum tutup. Jadi, yeaah ... Hanya segini yang saya dapat L L


Meski rental buku langganan saya ini telah tutup sekarang, namun saya berharap masih dapat menemukan rental buku yang lainnya di kota Solo. Bagi Anda yang punya infonya, kabari saya, ya. Yuk, budayakan membaca kapan saja, dimana saja! ^^



Related Post :

10 komentar:

  1. Ya..sayang tutup. Padahal ekonomis banget klo ada rental buku. Aku juga suka mbaca mbak.. Cuma sekarang mmng jarang beli buku. Budgetnya udah banyak beralih ke buku anak-anak.. :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Rental buku bisa menjadi salah satu alternatif mendapatkan bahan bacaan tanpa harus membeli ^^

      Hapus
  2. Dengan rental buku, gak perlu keluar banyak uang buat beli, cukup sewa saja. Andai di tempatku jg ada. Dulu pernah, tapi sudah tutup. Sementara di perpustakaan, bukunya kurang update.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Biasanya memang begitu. Perpustakaan jarang yang di up date ^^

      Hapus
  3. Meski rental buku tidak ada, masih ada alternatif lain yaitu dengan hadirnya Taman Baca Masyarakat (TBM), mbak. Meski penggemar baca buku tidak banyak, tapi kehadiran TBM cukup membantu memenuhi keinginan penggemar bacaan. Meskipun untuk bacaan lebih lengkap tersedia di perpustakaan daerah.
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, benar. Tapi masalahnya, tidak semua kelurahan punya TBM :(

      Hapus
  4. Sekarang kalau mau rental buku di Solo dimana lagi ya? Apakah buku2nya Quantum bisa kita beli? ada yang punya kontak orang2 Quantum?

    BalasHapus
  5. Alternatif tempat pinjam buku di sekitar solo kalo kami sekeluarga sekarang ke Perpus Ganesha Gentan. Dari perempatan tugu lilin Pajang ke selatan sekira 3 km. Posisi pas di perempatan Gentan depannya hotel Omaya.

    BalasHapus
  6. .


    perlukah ada semacam komunitas buku solo ?





    dapet re-seat GRATIS




    .

    BalasHapus
  7. Terimakasih Quantum (Boyolali), telah menemani masa SMPku dgn buku"mu..

    BalasHapus

Terimakasih telah berbagi komentar ^^