Minggu, 20 Desember 2015

TENTANG SESEORANG YANG DIPANGGIL IBU (SEBUAH PUISI)


Ada pemandangan menarik yang saya tangkap saat saya menghadiri acara wisuda santriwan dan santriwati yang diadakan oleh LQ Al Ikhlash hari Ahad tanggal 20 Desember kemarin. Di tengah-tengah acara, salah satu santriwati maju ke depan, lalu berdiri di atas panggung untuk mempersembahkan sebuah puisi.
Naylufar binti Nayef Taufik Sungkar membacakan puisi berjudul Ibu dalam waktu tidak lebih dari 10 menit. Namun atmosfir yang tercipta dalam ruangan sangat mengharu biru. Mata saya sempat menangkap pemandangan beberapa wali santri, terutama para ibu, menitikkan air mata. Dengan penghayatan yang baik, Naylufar mampu membawa pendengar hanyut dalam setiap kata dalam puisi yang dibawanya. Berikut puisi yang dibawakan apik oleh Naylufar, dipersembahkan untuk semua ibu di dunia ^^


 Ibu

Wahai ibuku sayang …
Inilah aku anakmu
Yang kandung 9 bulan lamanya
Yang kau lahirkan dengan taruhan nyawa
Yang kau besarkan dengan iringan air mata

Inilah aku, anakmu, Ibu
Yang tak kan bisa membalas tetesan keringat perjuanganmu
Wahai ibuku yang mulia
Sungguh aku tidak akan rela
Apabila semua usahamu sia-sia
Maka izinkanlah anakmu ini
Mengingatkanmu pada satu hal

Wahai ibu
Mohon didiklah diriku dengan agama
Mohon bimbinglah aku
Agar aku mencintai agamaku
Agar aku mencintai Rabb-ku
Kenalkanlah aku pada penciptaku

Wahai ibu
Tunjukilah aku pada kebaikan-kebaikan
Kenalkanlah aku kepada Al Qur’an

Ustadz-ku memberi tahuku sebuah rahasia
Hadiah istimewa untukmu bisa kuberikan
Hadiah yang indah, dengan harga tak terkira
Lebih dari dunia dan seiisinya
Yaitu Mahkota Surga …!!!

Tolong bimbing aku untuk meraihnya
Wahai ibuku
Jangan biarkan aku malas-malasan pergi mengaji
Jangan biarkan aku terlalu lama menonton televise
Atau bermain game kesukaanku

Tolonglah, Ibu, simaklah hafalanku
Dan berilah aku semangat untuk selalu menghafalnya
Hanya satu caraku bisa mendapatkan
Mahkota surga yang mulia

Tolonglah, Ibu
Ini semua demi kemuliaanmu jua
Bantu aku meraih mahkota itu
Yang akan disematkan di kepalamu
Agar tak sia-sia perjuangan dan lelahmu yang lalu

Wahai, ibu
Marilah sama-sama berjuang
Agar kita bisa kelak bersama-sama
Berkumpul di surga Alloh

Dari anakmu
Yang selalu mencintaimu

8 komentar:

  1. Sampai merinding saya bacanya Mbak, isi puisinya bagus sekali, salam sayang untuk Naylufar :)

    BalasHapus
  2. cita-cita mulia, bisa berkumpul di surga

    BalasHapus
  3. Hiks...jd mewek nih.cantik bener puisinya. Moga2 kita biaa mendidik anak2 jd ahli surga ya supaya bisa kumpul lg di jannah. Amiiin

    BalasHapus

Terimakasih telah berbagi komentar ^^