Sabtu, 25 Januari 2020

[Book Review] : May


Data Buku
Judul      :   May
Penulis   :   Sandi Firly
Penerbit :    Penerbit Kata Depan
Tebal      :   268 halaman
Tahun    :   2019.


Sinopsis
Kin, seorang penulis novel romance, berkenala ke luar Jakarta dan terdampar di Samarinda. Dalam perjalannya itu, dia singgah di sebuah kedai di antara padatnya pelabuhan. Uniknya, kedai tersebut hanya menyajikan 2 jenis menu : kopi dan lempeng. Keunikan lain di kedai itu, ada beberapa pengunjung tak biasa yang menarik perhatiian Kin: Seorang Tua, Lelaki Berdasi, Wanita Dewasa, dan Lelaki Bertopi. Selain keempat orang tersebut, ada pula May si Gadis Kedai, dan juga Pak Gun pemilik kedai.


“Apa yang kau cari di kota ini?”
“Aku?”
“Ya, kau,” sahut Gadis Kedai, “kalau semua yang tersisa di kedai saat ini, aku tahu siapa mereka. Hanya kau orang baru yang muncul di kedai malam ini.”
“Aku juga tak tahu pasti,” jawabnya singkat.

Halaman : 7

Kin mencari suasana lain untuk menulis novel romance terbarunya. Dia ingin mancari suasana baru. Di sinilah dia merasakan akan mendapatkan ide segar dalam tulisannya. Apalagi perkenalnnya dengan May membuat hatinya kembali menghangat. May adalah sosok yang ramah dan mudah bergaul. May pula yang menawarinya untuk mengontrak sepetak kamar di atas kedai kopi. Dari May pula, Kin tahu ada banyak cerita kelam dari 4 orang pelanggan kedai.


“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Kin.
“Karena aku tahu,” jawab May. “Banyak orang juga tahu. Aku juga tahu cerita tentang dua lelaki lainnya yang menjadi pelanggan setia kedai ini. Mungkin kau pun akan lebih heran bila nanti aku ceritakan juga tentang mereka.”

Halaman : 41

Keempat pelanggan kedai selalu duduk terpisah dan tak pernah berinteraksi satu sama lain. Namun keempatnya memiliki benang merah, yaitu permasalahan hidup yang membawanya menyepi ke kedai yang buka dari tengah malam hingga subuh ini. Orang tua adalah sosok ayah yang kehilangan anak lelakinya. Wanita dewasa adalah seorang istri yang ditinggal suaminya kawin lagi. Lelaki Berdasi adalah pemuda yang harus rela kekasihnya dikawinkan paksa untuk membayar hutang orangtuanya. Lelaki Bertopi adalah sosok yang punya catatan kriminal.


“Hidup adalah keberanian menghadapi kenyataan meski disiksa dan dirajam oleh nasib,” jawab Pak Tua.
“Tapi, Anda sebaliknya terlihat pasrah dan tak punya semangat hidup,” kata Kin menduga-duga.

Halaman : 147

Bagi may, kisah keempat orang tersebut tak menarik. Namun bagi Kin, ini adalah ide bagi novel bertema cinta yang sedang ditulis. Kin justru mendapatkan banyak ide. Dia mampu menulis berlembar-lembar naskah. Naskah novel Kin membuat May penasaran. Kisah cinta seperti apa yang Kin tulis dari keempat sosok pelanggan kedainya tersebut. Bahkan May tak menyadari, ada bagian dari kisah novel tersebut yang terinspirasi darinya.


“Kau tahu kisah-kisah cinta yang melegenda di dunia ini? Semuanya tidak ada yang berjalan mulus begitu saja. Melainkan harus melalui lika-liku dan nestapa yang tak terperi sebelum akhirnya berakhir bahagia, atau selamanya dalam tragedy,” urainya penuh semangat.
Halaman : 156

Andai May adalah gadis kedai seperti di dalam novelnya, dan ia adalah Pelaut Muda, takkan ia segundah itu membayangkan kelanjutan kisah cinta mereka.

Halaman : 268

Baca juga >>> Remember Me?



Review
Hai, aku kembali lagi dengan review novel May dari penulis Sandi Firly. Novel ini diterbitkan oleh penerbit Kata Depan.

Ini adalah kisah cinta yang penuh dengan misteri, kesedihan, dendam, dan juga putus asa. Awal mula diceritakan tentang Kin yang berusaha menulis novel terbarunya. Dia mendapatkan ide dari orang-orang di kedai tempat Kin tinggal selama di Banjarmasin.

Meski keempat orang tersebut memiliki kisah hidup kelam masing-masing, tapi Kin justru mampu mengembangkan kisah mereka menjadi cerita yang saling terkait satu sama lain. Anehnya, beberapa bagian kisah yang ditulis Kin berdasarkan imajinasinya itu, justru menjadi sebuah petunjuk baginya di dunia nyata.

Aku suka tema yang dihadirkan di cerita ini. Aroma cinta yang dibalut dengan kehilangan dan kepedihan mendominasi di dalamnya. May yang kehilangan ibunya, Pak Tua yang kehilangan anaknya karena kerusuhan, Wanita Dewasa yang kehilangan suaminya karena menikah lagi, serta Lelaki Berdasi yang kehilangan kekasihnya.

Ada beberapa bagian ini yang membuatku hanyut dan merasakan perasaan itu. Apalagi penulis yang memasukkan peristiwa kerusuhan Mei 1998 sebagai bagian dari cerita.

Yup! Aku juga pernah merasakan situasi mencekam saat peristiwa Mei 1998. Bukan di Banjarmasih, tapi di Solo. Penjarahan, pembakaran dan pengrusakan. Ah, sedih rasanya jika ingat peristiwa itu. Aku yang masih duduk di sekolah menengah hampir saja tak bisa pulang dari sekolah kalau saya aku tidak memberanikan diri menyusuri jalanan yang penuh dengan masa yang mengamuk dengan sepedaku.

Kembali lagi ke novel May. Penulis menyajikan setting yang kuat, yaitu pelabuhan dengan berbagai aktivitas dan suasananya. Penulis juga memasukkan peristiwa Jumat Kelabu dalam kisah ini. Untuk yang satu ini, penulis tentu melakukan riset yang baik dengan menyajikan data, kronologi, juga suasana saat itu. Dengan apik dan halus penulis memasukkannya menjadi bagian dari jalannya cerita.

Dari kisah ini aku menyadari betapa kehilangan mampu membuat orang yang ditinggalkan merasakan kesedihan yang mendalam. Tak jarang pula hingga membuat kesehatan mereka terganggu, bahkan meninggal. Di sisi lain, kehilangan mendalam juga dapat membuat seseorang melakukan hal nekat, bahkan untuk menyudahi hidupnya sendiri. Duh!

Di kisah ini pun diperlihatkan kuatnya ikatan cinta. Pak Tua yang sangat mencintai istri dan anaknya yang telah meninggalkannya lebih dahulu. Digambarkan bagaimana akhirnya dia berusaha mengakhiri hidup demi bertemu dengan mereka. Namun usahanya gagal, dan dia tetap hidup dalam kesendirian.

Demikian pula dengan Kin yang memperjuangkan cintanya pada May yang dimatanya sering menjadi korban ketidaksopanan Pak Gun. Demi cintanya pada May, Kin juga berusaha mengungkap misteri gadis yang terkadang sikapnya tak mampu ditebak ini.  

Masih-masing tokoh di kisah ini memiliki karakter kuat, baik itu Pak Tua, Lelaki Berdasi, Wanita Dewasa, dan Lelaki Bertopi. Justru May-lah yang pada akhirnya menjadi misteri tersendiri bagi Kin. May yang sedari awal sangat terbuka terhadap Kin, pada akhirnya justru membuat Kin mempertanyakan masa lalu gadis kedai itu

Keunikan novel ini adalah, adanya cerita di dalam cerita. Cerita utama adalah tentang usaha Kin untuk menemukan ide bagi novel barunya. Termasuk di dalamnya rintangan yang harus dilaluinya, bahkan saat naskah yang telah ditulisnya lenyap. Di sisi lain, ada kisah yang di sajikan dari hasil imajinasi Kin sendiri terhadap keempat pelanggan kedai, ditambah dengan May dan Pak Gun. Meski demikian, penyajian cerita di dalam cerita ini tidak membuatku yang membacanya menjadi bingung.

Aku suka twist yang dihadirkan di kisah ini. Aku juga suka cara penulis membuat benang merah antara tokoh satu dengan yang lain. Ditambah lagi dengan endingnya tak terduga. Banyak teka teki yang disebar di awal kisah membuat aku tak bosan membacanya hingga akhir.

Baca juga >>> Victoria and The Rogue


Skor
4,25 dari 5 bintang


~ Hana Aina ~


Baca juga, ya ...
The Medici Dagger
Cocktail for Three
I’ve Got Your Number
Prom Night from Hell
This Guy is Mine

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berbagi komentar ^^