Kamis, 30 Juli 2015

GADIS : Manis Perpisahan

Mengapa masih ada mendung yang kau sisakan di ujung mata
hingga tak mampu kelopak menahan derasnya bulir dalam rauman
bukankah, hari itu
di antara senyuman termanis bidadari bersenandung kidung
kau temukan aku melantunkan syair, tentang mu
selalu tentang mu, dan akan tetap begitu
karna tak mampu ku mengubah baitnya menjadi duka
meski itu pun adanya, dilema

Sabtu, 25 Juli 2015

SEPENGGAL KISAH DI RUMAH TUA


“Semua ini bukan salahku!” seru Nada, terbelalak melihat pemandangan di depannya. Tera, ibu tirinya terbujur kaku, bersimbah darah dengan luka cabikan kuku selayaknya binatang buas. Ada juga Mara, kakak tirinya, yang juga diam tak bergerak dengan mata terpejam. Gigitan taring juga meninggalkan luka menganga di beberapa bagian tubuhnya.

Senin, 20 Juli 2015

BUKAN KAU ATAUPUN DIA


Kedua pasang mata itu beradu, penuh arti.
"Kebahagiaanku adalah aku berada disisimu saat kau membutuhkanku. Mengusap air matamu saat kau tersedu. Mengangkat beban di pundakmu dan membaginya bersamaku. Hingga kutemukan kembali senyuman manis di bibirmu." Leo mengambil jeda. "Itulah kebahagiaan sejatiku."
Ashy menatap penuh cinta lelaki di depannya. Ingin ia tersenyum, tapi tak mampu. Bibirnya bergetar. Air matanya tumpah. Lalu ia pun tertunduk.

Minggu, 05 Juli 2015

TENTANG OKTOBER

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGRn-JyCCwPI6RaxkSjv46R_KXjVTDLIWzYv2h_7L_jIh27UOyhnuLJzw37sCP_UEtiiwL54k7KR3LxqXJbUNYWUPsQi-OtKUi8VuIdeqLHapQYs9x6BQHkwVkPCbugRrljl6eipogR2U/s1600/cover+c-magz14.jpg
Masih tentang Oktober
membawaku padamu ... and I remember

Ada basah dari germis yang kian manis
aku, kamu dan kisah kita
terikur dalam lamunan embun kaca jendela
senyum manja dan kerlingan mata
menjelma rasa, berbingkai cinta

Rabu, 01 Juli 2015

BIARKAN WAKTU KAN MENJAWAB


Jikalau...
senja sore ini tak lagi jingga, mungkin waktuku tak lama

Maukah kau dengar, sayang
kisah bidadari melukis pelangi dengan air mata
pada setiap warnanya mewakili rasa
: cinta, sayang, kecewa
dan setiap hembusan nafas menasbihkan nama

Selasa, 30 Juni 2015

TITIP CINTA UNTUK AYAH

Sumber foto : http://ceritaayah.tumblr.com

Langkah langkah kecil berlarian
menerjang buih putih bibir pantai
tawa, senang, bahagia
di antara anak nelayan, menunggu
ayah mereka pulang
membawa secuil mimpi dari tengah lautan
: kan disimpan 
hingga tiba, mereka tergantikan

Sabtu, 20 Juni 2015

GADIS : Luka Yang Perih

Gadis itu
merebahkan kakinya perlahan
pada hampar rerumputan, basah
hujan semalam masih sisakan embun
menganakkan dentum pada bulir pucuk daun

Tunggunya penuh harap
hingga kabut berhimpun, melesat
pudarkan pandang jiwa yang tersesat
sendiri, sepi menggelayuti

Senin, 15 Juni 2015

SEPASANG MATA DI UJUNG SENJA

Sumber foto : https://dejulogy.wordpress.com

Ia menatap sepasang mata
dengan bulir sebening kaca

Rabu, 10 Juni 2015

BALADA PIPIT KECIL

Sumber foto : https://duniastudy.wordpress.com

Untukmu yang berhati tangguh,
menantang  hidup tanpa keluh

Jumat, 05 Juni 2015

MAAFMU

“Terima kasih. Kau telah mempermudah jalanku,” suara David disusul tawa yang membahana.
Aku merasa bodoh sekarang. Pesona David telah memperdayaiku. Seharusnya aku tidak menghiraukan ajakan David untuk bersekongkol menjatuhkan kakakku, mengalahkannya dalam pencalonan ketua OSIS. Sikap licik David telah berhasil membuatnya kalah telak dengan suara hanya 181. Itu sangat jauh dibanding suara yang didapat David, 419 suara.
“Maafkan aku,” pintaku pada Kak Irfan yang duduk di depanku. Ia hanya tediam, menahan marah. “Aku tak bermaksud menjelek-jelekkan kakak,”
“Aku hanya kesal pada kakak karena tidak memasukkan aku sebagai tim sukses,”
“Kau tidak masuk saja telah berhasil membuat semuanya jadi berantakan, bagaimana kalau masuk, pasti semua hancur.”